March 13, 2010

Langkah kerja pengoperasian progaram Slope

A. Kegunaan dari program slope/W khususnya bagi dunia pertambangan adalah sebagai berikut :
Untuk mendefinisikan permasalahan.
Untuk menghitung faktor keeamanan (FK), probabilitas data dan data dari potongan untuk longsoran busur yang paling kritis setelah kasus terdefinisi.
Untuk menampilakan hasil anaisis.

B. Hubungan unit weight, sudut geser dalam dan kohesi adalah sebagai parameter kekuatan geser.

C. a. Bed rock adalah batuan dasar dimana lapisan dasar itu berada
b. Slipe Surface adalah peralatan yang digunakan pada saat menggunakan software slope w

c. Piezometriklines adalah garis yang menunjukkan kondisi air tanah yang diperoleh dari pengukuran piezometer
d. Safety Factor adalah factor keselamatan yang dihitung dari lapisan kestabilan lereng, jika FK <> page > akan keluar kotak dialog page > sesuaikan ukuan dan unitnya > ok.
2. Pilih menubar Set > Scale > akan keluar kotak dialog scale > sesuaikan engineering unit dan problem extents > ok.
3. Pilih menubar Set > Grid > akan keluar kotak dialog Grid > aktifkan display grid dan snap to grid > ok.
4. Pilih toolbar sketch line > akan keluar kotak dialog sketch line properties > done.
5. Letakkan kursor pada posisi (0,0) klik kiri > klik kiri di posisi (0,18) > klik kiri di posisi (12,18) > klik kiri di posisi (24,6) > klik kiri di posisi (49,6) > klik kiri di posisi (49,0) > klik kiri di posisi (0,0) > klik kanan.
6. Pilih toolbar sketch line > akan keluar kotak dialog sketch line properties > done.
7. Letakkan kursor pada posisi (0,16) klik kiri > klik kiri di posisi (14,16) > klik kanan.
Klik kiri di posisi (0,8) > klik kiri di posisi (22,8) > klik kanan.
Klik kiri di posisi (0,6) > klik kiri di posisi (24,6) > klik kanan.
8. Pilih menubar keyln > analysis settings > akan keluar kotak dialog analysis settings > Project ID isikan title dengan nama dan comment dengan NIM.
Method > aktifkan only Bshop, Ordinary an Janbu.
Control > aktifkan left to right > ok.
9. Pilih menubar keyln > soil properties > akan keluar kotak dialog keyln soil properties.
Ketik pada kolom soil 1 > tekan tab 2 kali ketik top soil > isikan basic parameternya (unit weight, cohesion, phi) > copy.
Ketik pada kolom soil 2 > tekan tab 2 kali ketik batupasir > isikan basic parameternya (unit weight, cohesion, phi) > copy.
Ketik pada kolom soil 3 > tekan tab 2 kali ketik batubara > isikan basic parameternya (unit weight, cohesion, phi) > copy.
Ketik pada kolom soil 4 > tekan tab 2 kali ketik batugamping > isikan basic parameternya (unit weight, cohesion, phi) > copy.
Ketik pada kolom soil 5 > tekan tab 2 kali ketik bedrockl > isikan basic parameternya (unit weight, cohesion, phi) > copy > ok.
10. Pilih menu draw > line > line pilih 1 > draw.
Klik kiri pada posisi (0,18) > klik kiri di posisi (12,18) > klik kiri di posisi (14,16) > klik kiri di posisi (22,8) > klik kiri di posisi (24,6) > klik kiri di posisi (49,6) > klik kanan.
line pilih 2 > draw > klik kiri pada posisi (0,16) > klik kiri di posisi (14,16) > klik kanan.
line pilih 3 > draw > klik kiri pada posisi (0,8) > klik kiri di posisi (22,8) > klik kanan.
line pilih 4 > draw > klik kiri pada posisi (0,6) > klik kiri di posisi (24,6) > klik kanan.
line pilih 5 > draw > klik kiri pada posisi (0,0) > klik kiri di posisi (49,0) > klik kanan > done.
11. Pilih menubar draw > pore water pressure > akan keluar kotak dialog draw piezometric lines > draw > pilih semua kecuali bed roks > ok
12. Pilih menubar draw > slip surface > radius
13. Pilih menubar draw > slip surface > grid
14. Pilih toolbar Solve > Strat > close > contour.
15. Untuk mengeluarkan keterangan dengan cara pilih sketch > text > klik kiri di area kerja kosong > project ID > klik kiri di area kosong > soil > klik kiri di lapisan batuannya > klik kiri di area kosong > slide mass > klik kiri di area kosong > done.
16. Kemudian atur susunan dengan cara klik toolbar > modify object > sesuaikan dengan keinginan.

Artikel Terkait

No comments: